BEKASI – Lanskap perkotaan Bekasi tengah mengalami metamorfosis sosiologis dan ekonomi yang signifikan. Jika selama dekade terakhir kota ini teridentifikasi sebagai penyangga industri manufaktur, kini berubah menuju kota destinasi gaya hidup.
Hal ini menyusul pembukaan Summarecon Mall Bekasi Tahap 2 (SMB 2) pada Rabu (4/2/2026), yang sekaligus menandai pergeseran fundamental kenaikan kelas sosial-ekonomi masyarakat urban Bekasi.
Melalui integrasi fasilitas olahraga, kebugaran, dan keseimbangan hidup (wellness) berskala premium di area rooftop yang diberi nama Wellground, sektor properti di Bekasi kini memasuki era baru experience-driven development.
Wellness, Instrumen Diferensiasi Properti
Dalam disiplin perencanaan kota kontemporer, fasilitas kesehatan dan kebugaran bukan lagi sekadar pelengkap (amenities). Ia telah menjelma menjadi variabel utama dalam menentukan nilai aset properti.
SMB 2 dengan total luas bangunan mencapai 87.000 meter persegi, memperkenalkan konsep Sports & Wellness Center pertama di Indonesia yang terintegrasi langsung di atas pusat perbelanjaan senilai Rp 1 triliun.
Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Adrianto P. Adhi, menegaskan, langkah strategis ini merupakan respons terukur terhadap perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi yang semakin mengedepankan keseimbangan hidup (well-being).
Menurutnya, kehadiran SMB 2 bukan sekadar ekspansi ritel, melainkan respon terhadap pertumbuhan populasi dan perubahan perilaku konsumen yang semakin experience-driven.
“Melalui ekosistem harian yang seamless, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan dan menegaskan posisi Summarecon Bekasi sebagai destinasi gaya hidup yang berkontribusi pada ekonomi kota,” ujar Adrianto.
Rekayasa Ruang untuk Produktivitas Urban
Fasilitas Wellground seluas 17.587 meter persegi menjadi jangkar utama dalam menaikkan standar gaya hidup di Bekasi.
Dengan menghadirkan Olympic-size Infinity Pool, lapangan Padel, Pickleball, hingga pusat kebugaran premium seperti NXT FIT Gym dan JUVIA Wellness & Spa, Bekasi kini memiliki infrastruktur yang mampu bersaing dengan kawasan elite di Jakarta.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan efek pengganda. Kehadiran jenama internasional seperti Coach, Maison Margiela, Sephora, hingga Salomon di SMB 2 menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Bekasi telah terstratifikasi ke level menengah-atas.
Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Soegianto Nagaria, menambahkan, Bekasi telah mencapai titik kematangan ekonomi untuk menerima fasilitas wellness terintegrasi.
“Bekasi mencerminkan dinamika masyarakat urban yang mengedepankan kesehatan. Kami meyakini Bekasi telah siap memiliki fasilitas wellness yang terintegrasi sebagai jawaban atas kebutuhan gaya hidup masa kini,” jelas Soegianto.
Implikasi Ekonomi dan Konektivitas Wilayah
Secara makro, integrasi antara ritel dan wellness di lokasi strategis seperti Jl Bulevard Ahmad Yani, yang didukung konektivitas Tol Becakayu dan akses transportasi publik seperti Transjakarta, memperkuat resiliensi properti di Bekasi.
Dengan total Net Leasable Area (NLA) mencapai 125.000 meter persegi dan lebih dari 500 penyewa, Summarecon Mall Bekasi kini berdiri sebagai raksasa ekonomi baru di Jawa Barat.
Simbolisasi penyerahan obor LED oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menekankan dukungan pemerintah terhadap peran swasta dalam pembangunan inklusif.
Transformasi ini membuktikan bahwa Bekasi telah berhasil melampaui citra “kota satelit” dan menjelma menjadi entitas perkotaan mandiri dengan standar hidup global.
Ke depan, model pengembangan properti berbasis experience dan health awareness ini diprediksi akan menjadi acuan bagi kota-kota besar lainnya di Indonesia, di mana kualitas hidup penghuninya menjadi matriks utama keberhasilan sebuah pembangunan kawasan.
Sumber : Kompas.com