Warga Australia Makin Doyan Makan Ikan Mentah

AUSTRALIA – Survei terbaru di Australia mengungkapkan bahwa 60 persen masyarakat mengonsumsi ikan atau makanan laut mentah. Bahkan, 17 persen di antaranya mengonsumsi makanan tersebut setidaknya satu kali dalam sepekan.

Temuan ini dirilis oleh Food Safety Information Council menjelang Australian Food Safety Week yang berlangsung pada 7-14 November 2026. Tahun ini, kampanye tersebut mengusung tema “Raw Food Know the Risk” atau kenali risiko makanan mentah.

Hasil penelitian tersebut mendorong otoritas keamanan pangan untuk mengingatkan masyarakat mengenai risiko kesehatan akibat mengonsumsi ikan dan makanan laut mentah, terutama terkait kontaminasi bakteri dan parasit.

Direktur Ilmiah Food Safety Information Council, Associate Professor Julian Cox, mengatakan bahwa ikan dan makanan laut merupakan sumber nutrisi penting. Masyarakat dianjurkan mengonsumsi dua hingga tiga porsi ikan setiap pekan.

Namun, menurut dia, makanan laut juga memiliki sejumlah risiko keamanan pangan apabila tidak ditangani dan disimpan dengan benar.

Menurut hasil survei, sebanyak 68 persen responden biasanya membeli hidangan ikan mentah dari gerai sushi. Sebanyak 40 persen membelinya dari kafe atau restoran, sedangkan 32 persen membeli produk siap santap dari supermarket atau penjual ikan. Meski demikian, terdapat pula masyarakat yang mengolah ikan mentah sendiri.

Cox mengingatkan bahwa pembelian makanan mentah dari penjual yang tidak memiliki pengawasan keamanan pangan dapat meningkatkan risiko kesehatan.

Kelompok yang sebaiknya menghindari ikan mentah

Ibu hamil, orang lanjut usia, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah disarankan tidak mengonsumsi hidangan ikan mentah.

Kelompok tersebut juga sebaiknya menghindari udang matang yang disajikan dingin dan ikan asap dingin.

Pasalnya, makanan tersebut berpotensi terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, yang dapat menyebabkan penyakit serius hingga berakibat fatal.

Anjuran ini berlaku baik untuk makanan yang dibeli dari restoran maupun yang diolah sendiri di rumah. Sebagai alternatif lebih aman, ikan dan makanan laut sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu minimal 63 derajat Celsius pada bagian tengahnya. Pengukuran suhu dapat dilakukan menggunakan termometer makanan.

Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *