Api Suci Tiba di Candi Mendut Awali Rangkaian Waisak 2026

MAGELANG – Umat Buddha menggelar Pensakralan Api Abadi sebagai rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (29/5/2026).

Api suci yang diambil dari sumber api abadi Mrapen, Grobogan, tiba di kawasan Candi Mendut sekitar pukul 15.30 WIB. Menurut pantauan Kompas.com di lokasi, api abadi tersebut langsung diserahkan kepada para Bhikkhu untuk kemudian disemayamkan di altar utama candi.

Setelah api diserahkan kepada Bhikkhu, rangkaian dilanjutkan dengan penyalaan sejumlah obor yang mengelilingi bangunan utama Candi Mendut. Suasana khidmat kian terasa saat para Bhante bersama-sama menyalakan lilin di altar.

Penyalaan lilin dalam ritual ini bukan sekadar sebagai penerang, melainkan memiliki simbolisme mendalam dalam ajaran Buddha.

Sebanyak lima lilin yang dinyalakan secara bersama-sama oleh para Bhante tersebut mewakili lima sifat luhur Sang Buddha, yang digambarkan melalui lilin pancawarna.

Berdasarkan penjelasan panitia di lokasi, setiap warna yang berpendar dari lilin-lilin tersebut memiliki makna filosofis yang sakral, antara lain:

Biru: Melambangkan rambut Sang Buddha, yang mewakili rasa bakti, pengabdian, serta kesetiaan.

Kuning: Melambangkan warna kulit Sang Buddha, yang memancarkan kebijaksanaan, pemahaman, dan pengetahuan.

Merah: Melambangkan warna darah Sang Buddha, sebagai simbol cinta kasih, kasih sayang, dan belas kasih kepada sesama.

Putih: Melambangkan tulang dan gigi Sang Buddha, yang mewakili kemurnian, kesucian, serta kebebasan dari penderitaan.

Jingga: Melambangkan warna telapak tangan, kaki, dan bibir Sang Buddha, yang menjadi simbol pencerahan, kebangkitan, dan kebijaksanaan spiritual.

Setelah seluruh lilin menyala sempurna dan menerangi area altar Candi Mendut, para Bhikku, Bhante, dan umat yang hadir langsung merapatkan tangan.

Mereka mulai membacakan doa-doa paritta dan sutra secara khusyuk, memecah keheningan sore di kawasan candi. Prosesi penyemayaman api alam ini menjadi salah satu tahapan krusial sebelum nantinya api suci tersebut dikirab menuju Candi Borobudur sebagai puncak perayaan Waisak.

Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *