JAKARTA – KAI Properti menyiapkan pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Proyek tersebut akan dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan luas sekitar 2,2 hektar.
Direktur Utama KAI Properti Mohamad Ramdany bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait serta Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin meninjau lokasi pengembangan hunian vertikal tersebut pada Selasa (18/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan lokasi sekaligus rencana pengembangan kawasan hunian yang dirancang dengan pendekatan berbasis TOD.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan properti dan pengelolaan kawasan berbasis transportasi, KAI Properti berperan mengoptimalkan lahan milik KAI di sekitar stasiun, termasuk kawasan Stasiun Manggarai.
Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik serta berbagai aktivitas pendukung di sekitarnya.
“Peninjauan hari ini menjadi bagian penting bagi KAI Properti untuk melihat secara langsung kesiapan lokasi dan memastikan rencana pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan. Pengembangan hunian vertikal di kawasan Manggarai ini merupakan bagian dari upaya KAI Properti dalam mengoptimalisasi lahan milik KAI sekaligus mendukung program pemerintah dalam bidang penyediaan hunian,” ujar Ramdany dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).
Hunian vertikal Manggarai akan dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektar yang terdiri dari Blok G seluas sekitar 0,7 hektar dan Blok F seluas sekitar 1,5 hektar.
Lahan tersebut berstatus Hak Pakai PT KAI. Berdasarkan rencana pengembangan kawasan, hunian vertikal akan terdiri dari delapan tower. Sebanyak tiga tower akan dibangun di Blok G, sedangkan lima tower lainnya berada di Blok F. Setiap tower direncanakan memiliki 24 lantai.
Secara keseluruhan, proyek tersebut akan menyediakan 3.784 unit hunian. Selain hunian, kawasan juga akan dilengkapi 150 unit ruang retail untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Sumber: Kompas