LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia Perluas Jejaring Ketenagakerjaan, Audiensi dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker

JAKARTA, 11 Agustus 2026 – Upaya memperluas akses kompetensi dan peluang kerja bagi generasi muda dari daerah mulai mendapat perhatian lebih serius. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kompeten Akademi Muda Indonesia membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah melalui audiensi bersama Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia untuk membangun jejaring nasional sekaligus memperkuat keterhubungan antara pelatihan kerja, pengembangan kompetensi, sertifikasi, dan kebutuhan pasar kerja.

Bagi lembaga yang berbasis di Lombok tersebut, langkah ini bukan sekadar agenda kelembagaan. Audiensi menjadi momentum untuk membawa isu pengembangan talenta daerah ke tingkat nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat dan generasi muda.

Dalam pertemuan tersebut, R. Nurhidajat, S.E., M.Ec.Dev., yang diperkenalkan sebagai Kepala Pusat Pasar Kerja yang baru, hadir bersama Sigit Ary Prasetyo, S.E., M.A.P., Koordinator Pengembangan Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Sementara dari LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia hadir Direktur Ivan Suaidi, S.Sos., M.M.

LPK Tak Cukup Hanya Melatih

Di tengah perubahan kebutuhan industri dan semakin kompetitifnya pasar kerja, lembaga pelatihan dituntut tidak hanya mencetak peserta yang selesai mengikuti pelatihan, tetapi juga mampu memastikan kompetensi yang diperoleh memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia kerja.

Perspektif tersebut menjadi salah satu perhatian utama LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia.

Direktur LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, Ivan Suaidi, mengatakan lembaga pelatihan harus mampu mengambil peran lebih jauh dengan membangun konektivitas antara peserta pelatihan dan ekosistem ketenagakerjaan.

“Kami ingin LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi jembatan bagi generasi muda untuk memiliki kompetensi, sertifikasi, jejaring, dan akses menuju dunia kerja yang lebih luas,” ujar Ivan.

Menurut Ivan, pelatihan kerja akan memiliki nilai yang lebih besar ketika kompetensi yang diperoleh peserta memiliki keterhubungan dengan kebutuhan industri serta peluang kerja yang tersedia.

Karena itu, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia mendorong model pengembangan SDM yang tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi berlanjut pada sertifikasi kompetensi, jejaring profesional, pemahaman kebutuhan industri, hingga akses terhadap peluang kerja.

Dari Lombok, Membawa Talenta Daerah ke Panggung Nasional

Keberadaan LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia di Lombok menjadi bagian penting dari arah pengembangan lembaga tersebut.

Lombok memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata, ekonomi kreatif, jasa, hingga ekonomi digital. Potensi tersebut dinilai perlu diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi mampu mengambil peran sebagai tenaga kerja dan profesional yang kompeten.

Ivan melihat peluang tersebut sebagai kekuatan yang perlu dikembangkan.

“Kami membawa semangat anak muda dari Lombok. Kami ingin membuktikan bahwa talenta daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional dan global. Lombok bukan hanya tempat lahirnya destinasi wisata, tetapi juga harus menjadi tempat lahirnya talenta-talenta kompeten Indonesia,” kata Ivan.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas positioning LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia sebagai lembaga pelatihan yang ingin menjadikan daerah sebagai sumber talenta, bukan sekadar sebagai pasar pelatihan.

Membuka Jalan dari Pelatihan Menuju Pasar Kerja

Audiensi dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker menjadi langkah awal untuk membuka ruang sinergi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan kemitraan, jejaring pasar kerja, peningkatan kompetensi, serta penguatan informasi ketenagakerjaan.

Kolaborasi semacam ini dinilai semakin penting seiring perubahan struktur pasar kerja yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, transformasi digital, perubahan kebutuhan industri, serta meningkatnya persaingan tenaga kerja.

Bagi LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, tantangan tersebut tidak dapat dijawab hanya dengan menambah jumlah peserta pelatihan. Yang lebih penting adalah memastikan kompetensi yang dibangun memiliki nilai dan relevansi di pasar kerja.

Karena itu, lembaga ini mendorong terbentuknya ekosistem yang mempertemukan pemerintah, lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi, dunia usaha, industri, dan pencari kerja.

LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, dari Daerah untuk Indonesia

Langkah LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia memperluas jejaring ke tingkat nasional menjadi bagian dari upaya membangun lembaga pelatihan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan ketenagakerjaan.

Dengan basis di Lombok, lembaga ini membawa perspektif bahwa pemerataan akses terhadap pelatihan dan pengembangan kompetensi tidak seharusnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

Talenta dari daerah memiliki peluang yang sama untuk memperoleh pelatihan berkualitas, meningkatkan kompetensi, mendapatkan sertifikasi, membangun jejaring profesional, dan mengakses peluang kerja yang lebih luas.

Di titik inilah LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia ingin mengambil peran: menghubungkan potensi talenta daerah dengan kebutuhan pasar kerja nasional dan global.

Bagi Ivan, perjalanan tersebut membutuhkan konsistensi dan kolaborasi.

“Lombok menjadi titik berangkat. Indonesia menjadi ruang pengabdian. Dunia menjadi medan kompetisi,” ujar Ivan.

Membangun Lembaga Pelatihan yang Terkoneksi dengan Dunia Kerja

Audiensi dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker sekaligus mempertegas arah LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia untuk berkembang sebagai bagian dari ekosistem ketenagakerjaan yang lebih luas.

Lembaga ini tidak ingin memposisikan pelatihan sebagai proses yang berdiri sendiri. Pelatihan harus menjadi pintu masuk menuju kompetensi, kompetensi harus dapat dibuktikan, dan kompetensi tersebut harus memiliki peluang untuk dikonversikan menjadi nilai ekonomi serta kesempatan kerja.

Dengan semangat tersebut, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia optimistis dapat mengambil peran dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, profesional, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja.

Dari Lombok, langkah itu kini mulai dibawa ke tingkat nasional.

Dari daerah lahir talenta. Dari kompetensi lahir daya saing. Dan dari kolaborasi, peluang kerja dibuka lebih luas.

Tentang LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kompeten Akademi Muda Indonesia merupakan lembaga pelatihan kerja yang berbasis di Lombok dan berkomitmen mengembangkan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia mendorong pengembangan SDM yang terhubung dengan kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, jejaring profesional, dan peluang pasar kerja, khususnya bagi generasi muda dan talenta daerah.

Lombok menjadi titik berangkat untuk membangun talenta yang mampu bersaing di Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *