Anak Muda Sasaran Empuk Pembajakan

JAKARTA – Kebiasaan generasi muda yang selalu ingin mengakses konten secara cepat melalui ponsel ternyata menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku pembajakan.

Hal ini diungkapkan oleh Larissa Knapp, mantan agen FBI dengan pengalaman 27 tahun yang kini berperan di Motion Picture Association (MPA) sebagai bagian dari Alliance for Creativity and Entertainment (ACE), koalisi yang memerangi pembajakan global.

Larissa Knapp menjelaskan bahwa anak muda menjadi kelompok yang paling banyak mengonsumsi konten bajakan. Alasannya sederhana, mereka selalu terhubung dengan ponsel dan ingin mendapatkan konten secepat mungkin, baik itu film, serial, maupun gim terbaru.

“Jadi jelas, banyak konsumsi pembajakan mungkin dilakukan oleh kaum muda karena mereka selalu menggunakan ponsel mereka dan kecepatan dalam keinginan mendapatkan konten. Hal ini membuatnya matang bagi para kriminal untuk memanfaatkan situasi,” kata Knapp kepada Kompas.com, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut, sosok yang juga pernah bekerja sama dengan MPAA dan RIAA di awal kariernya itu menyebut bahwa kecenderungan generasi muda untuk segera mengakses film atau game terbaru, baik yang legal maupun ilegal, justru menjadi peluang yang dimanfaatkan para pembajak.

Di satu sisi, hal ini menjadi kesempatan bagi industri kreatif Indonesia untuk membuat konten dan memasarkannya kepada kalangan muda. Namun di sisi lain, celah ini juga dimanfaatkan oleh para pembajak yang mengincar konsumen yang tidak memahami risiko yang mengintai di balik situs ilegal.

Tidak hanya soal kerugian ekonomi bagi para pemegang hak cipta, Knapp juga mengingatkan adanya risiko yang lebih personal bagi pengguna situs bajakan.

Menurutnya, situs-situs ilegal kerap dirancang menyerupai platform resmi dengan menampilkan logo brand-brand ternama, sehingga konsumen yang tidak waspada bisa terjebak memberikan data pribadi mereka.

“Jika para pembajak sudah mencuri konten, mengapa mereka tidak akan mencuri data Anda juga?” tegasnya, merujuk pada potensi penyalahgunaan data, malware, hingga transaksi yang merugikan konsumen.

Sebagai bagian dari upaya menekan angka pembajakan, ACE bersama MPA juga aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia, aparat penegak hukum, hingga platform digital seperti Instagram dan TikTok untuk menindak tautan-tautan ilegal yang banyak beredar di media sosial.

Selain itu, kerja sama ini turut menyasar platform streaming legal di Indonesia seperti Vidio, KlikFilm, dan Disney+ Hotstar, yang disebut mulai merasakan dampak positif dari upaya penindakan pembajakan tersebut.

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *