BYD Salip Tesla Jadi Penjual Mobil Listrik Terbesar

JAKARTA – Produsen otomotif asal China, BYD, menyalip Tesla sebagai penjual mobil listrik terbesar di dunia berdasarkan penjualan tahunan. Dalam pernyataan yang dirilis Kamis (2/1/2026), BYD menyebut penjualan mobil listrik berbasis baterai naik hampir 28 persen menjadi 2,26 juta unit sepanjang 2025.

Capaian tersebut menandai lonjakan besar bagi BYD, perusahaan yang pernah diremehkan CEO Tesla Elon Musk. Dalam wawancara Bloomberg pada 2011, Musk tertawa saat nama BYD disebut dan menyatakan tidak melihat perusahaan itu sebagai pesaing Tesla.

“Saya menilai produk mereka belum istimewa,” ujar Musk kala itu.

Di sisi lain, Tesla melaporkan pengiriman 1,64 juta kendaraan sepanjang 2025. Angka tersebut turun 8,6 persen dibandingkan 2024 dan menjadi penurunan tahunan kedua secara berturut-turut.

Pada kuartal IV 2025, pengiriman Tesla tercatat 418.227 unit, atau sekitar 16 persen lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2024 yang mencapai 495.570 unit.

Produksi Tesla pada kuartal IV 2025 mencapai 434.358 unit, turun 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, total produksi Tesla tercatat 1,65 juta unit.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (3/1/2026), Wall Street sebelumnya memperkirakan pengiriman kuartal IV mencapai 426.000 unit, berdasarkan estimasi StreetAccount.

Dalam konsensus analis yang dipublikasikan Tesla pada 29 Desember, analis memperkirakan pengiriman turun 15 persen secara tahunan menjadi 422.850 unit. Tesla menggunakan angka pengiriman kendaraan sebagai pendekatan terdekat terhadap penjualan, meski tidak didefinisikan secara rinci dalam laporan kepada pemegang saham.

Tesla menyebut pengiriman Model 3 dan Model Y mencapai 406.585 unit pada kuartal IV 2025, atau sekitar 97 persen dari total pengiriman. Sementara itu, pengiriman Model S, Model X, dan Cybertruck tercatat 11.642 unit.

Meski sempat mengklaim menerima lebih dari 1 juta reservasi setelah debut desainnya, Cybertruck belum menjadi model terlaris Tesla. Pada 2025, SpaceX dilaporkan membeli Cybertruck senilai puluhan juta dollar AS.

Data European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA) menunjukkan registrasi Tesla di Eropa turun 39 persen dalam 11 bulan pertama 2025.

Sebaliknya, registrasi BYD melonjak 240 persen di kawasan tersebut. Kendaraan listrik berbasis baterai menyumbang sekitar 16 persen dari total penjualan mobil baru di Eropa sepanjang 2025.

Meski menghadapi tekanan operasional, saham Tesla menguat pada paruh kedua 2025. Saham perusahaan melonjak 40 persen pada kuartal III dan mencetak rekor penutupan tertinggi di level 489,88 dollar AS pada pertengahan Desember.

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *