Gik Pemilik Angkringan Legendaris di Semarang Meninggal, Simak Asal-usul Nasi Kucing

Jawa Tengah – Angkringan merupakan warung makan pinggir jalan yang terkenal di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Terdapat cukup banyak angkringan legendaris di Jawa Tengah salah satunya Angkringan Nasi Kucing Pak Gik yang berlokasi di Jalan Inspeksi, Sekayu, Semarang.

Kabar duka datang dari tempat makan yang dikenal juga sebagai Nasi Kucing Pak Gik Gajahmada tersebut.
pemilik angkringan tersebut yaitu Sugijo meninggal dunia pada Minggu (13/2/2022).
Sebelum meninggal, Sugijo dikatakan demam dan muntah. Jenazah Sugijo dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Bergota Semarang pada Senin (14/2/2022).
Berdasarkan pernyataan Dwi Purwanto, anak kedua Sugijo, sang ayah sudah tidak lagi datang ke warung angkringan miliknya selama lima tahun terakhir.

Angkringan Nasi Kucing Pak Gik yang buka pada pukul 23.00 sampai 04.00 WIB ini menjual nasi kucing dengan berbagai lauk.

Beberapa menu nasi kucing yang tersedia adalah nasi ati ampela, nasi pindang, nasi kering tempe, dan nasi rica ayam.

Nasi kucing merupakan menu utama di angkringan, porsinya terbilang kecil dengan lauk sederhana.

Penyebutan nasi kucing berawal dari lauk yang menyertai hidangan ini.
Menurut Gunadi S.Pd.I atau Gugun selaku inisiator Desa Cikal Bakal Angkringan Ngerangan Klaten, awalnya lauk nasi kucing adalah sambal, gereh pindang, dan sedikit nasi.
Isian tersebut umum digunakan sebagai makanan kucing. Sehingga masyarakat pun mulai menyebut sajian khas angkringan tersebut sebagai sego kucing atau nasi kucing.
Namun, seiring berjalannya waktu nasi kucing justru identik dengan lauk sambal teri. Sampai sekarang, penjual di angkringan berkreasi dengan berbagai macam lauk.
Selain nasi kucing, terdapat bermacam-macam lauk sate di angkringan untuk menemani makan nasi kucing.
Beberapa di antara lauk yang kerap ditemui adalah sate telur puyuh, sate kerang, sate ati ampela, dan sate usus ayam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.