JAKARTA – Untuk menjadi penampil atau performer musik, seseorang bukan cuma membutuhkan kepiawaian mengalunkan nada dengan beragam teknik.
Ada faktor eksternal yang memengaruhi seseorang untuk mampu bermusik di hadapan banyak orang sama baiknya dengan ketika hanya bermain bagi dirinya sendiri.
Tak jarang seseorang merasa gugup karena ditonton oleh banyak pasang mata. Latihan tampil di depan umum pun menjadi kunci menuju performer yang andal.
Seperti kegiatan konser yang rutin dilakukan oleh Wood Block Music & Art School sejak 2017.
Minggu (18/10/2026), Musician’s Showcase 2026 dengan tema A Musical Time Capsule digelar di Jakarta Design Center.
Setiap tahun Wood Block dua kali mengadakan konser, yakni pada semester awal dan akhir tahun.
“Konsep dasar Wood Block adalah performance-based academic. Jadi kami sangat mendorong mereka untuk menjadi seorang performer ke depannya. Untuk menjadi performer sangat butuh latihan, untuk sering tampil di depan umum. Makanya kami mendorong mereka dengan memberikan written feedback apa yang mereka sudah bagus dan apa yang masih bisa ditingkatkan untuk penampilan berikutnya,” jelas Dionisius Clyde salah satu guru piano.
Dua kali mengikuti konser juga menjadi syarat wajib untuk ujian kenaikan level dalam kursus. Dalam showcase kali ini 129 para peserta didik usia anak-anak masing-masing membawakan lagu lawas dari tahun 70-an sampai 90-an. Sementara yang menjadi penilai atau assessor adalah seorang Magister Musik, Nathan Iskandar.
“Penilaian ini terdiri dari musikalitas mereka, teknik, dan juga sampai ke aspek performing mereka. Kita juga memberikan memberikan penilaian tertulis terhadap apa yang sudah bagus dan apa yang masih bisa mereka tingkatkan,” ucap Clyde.
Nilai yang diberikan pun bukan dalam format angka, melainkan jumlah bintang yang tersenyum.
“Untuk tampil satu buah lagu (penuh) itu tidak mudah ya, apalagi bagi mereka yang baru belajar. Jadi untuk mereka bisa berani tampil di depan saja sudah merupakan poin plus,” tutur Clyde.
Kata Clydde, dengan semakin sering tampil, anak akan semakin belajar mengenali strategi diri sendiri untuk mengatasi lonjakan adrenalin yang sedang meningkat saat sudah berada di atas panggung.
Nilai yang diberikan pun bukan dalam format angka, melainkan jumlah bintang yang tersenyum. “Untuk tampil satu buah lagu (penuh) itu tidak mudah ya, apalagi bagi mereka yang baru belajar. Jadi untuk mereka bisa berani tampil di depan saja sudah merupakan poin plus,” tutur Clyde. Kata Clydde, dengan semakin sering tampil, anak akan semakin belajar mengenali strategi diri sendiri untuk mengatasi lonjakan adrenalin yang sedang meningkat saat sudah berada di atas panggung.
Bermain alat musik terkenal baik untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi.
Menurut Clyde, anak usia 4 tahun sudah boleh dikenalkan ke musik dasar. Orangtua dapat mengarahkan anak ke musik maupun ketika anak mulai menujukkan ketertarikannya.
Sumber : Kompas